Kamis, 16 Januari 2014

TUGAS SOFTKILL BAHASA INDONESIA 2 (4) : TUGAS PERSONAL

ABSTRAK 

          Laporan keuangan yang dibuat tidak hanya ditujukan kepada pimpinan perusahaan saja tetapi juga ditujukan kepada kreditor, pemerintah, investor, karyawan, dan masyarakat pada umumnya. Data pada laporan keuangan tidak dapat langsung digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan,oleh karena itu laporan keuangan yang ada perlu dianalisis. Analisis atas laporan keuangan perusahaan memerlukan indikator-indikator yang khusus berlaku bagi perusahaan, disamping indikator-indikator lainnya yang berlaku umum. Salah satu cara pengukuran indikator ini adalah dengan menggunakan ratio (perbandingan) tertentu atas pos-pos dalam laporan keuangan. Untuk memberikan gambaran kondisi keuangan suatu perusahaan bisa menggunakan beberapa metode yang biasa digunakan dalam laporan keuangan. Metode-metode yang dipakai adalah dengan menggunakan perhitungan keuangan, yaitu : rasio likuiditas, rasio solvabilitas, rasio aktivitas, dan rasio profitabilitas berdasarkan data-data laporan keuangan perusahaan.

Rabu, 27 November 2013

TUGAS SOFTKILL BAHASA INDONESIA 2 (3) : TUGAS PERSONAL

1. Perhatikan format daftar pustaka pada penulisan ilmiah (scientific research). Jelaskan dan berikan contoh untuk masing-masing jenis aturan yang digunakan dalam penulisan ilmiah, contohnya Sistem Harvard, Sistem Harvard Modified, Sistem Vancouver, Sistem Abjad, dan Sistem Nomor Urut.
Jawab :

a. Sistem Harvard

Di dalam penulisan sistem Harvard,daftar pustaka ditulis secara alfabetis. Untuk penulisan tahun publikasi dibubuhkan tanda kurung ( ).

Contoh :

Buller, H. and Hoggart, K. (1994a). 'New drugs for acute respiratory distress syndrome', New England Journal of Medicine, vol. 337, no. 6, pp. 435-439.

Buller, H. and Hoggart, K. (1994b). ‘The social integration of British home owners into French rural communities’, Journal of Rural Studies, 10, 2, 197–210.


Dower, M. (1977). ‘Planning aspects of second homes’, in J. T. Coppock (ed.), Second Homes: Curse or Blessing?, Oxford, Pergamon Press, pp.210–37.


Grinspoon, L. & Bakalar, J.B. (1993). Marijuana: the forbidden medicine, Yale University Press, London.


Palmer, F. R. (1986). Mood and Modality, Cambridge, Cambridge University Press.


b. Sistem Harvard Modified

Sistem ini mirip dengan sistem Harvard, hanya saja untuk penulisan tahun publikasi tidak menggunakan tanda ( ) tetapi menggunakan tanda titik yang dibubuhkan setelah penulisan tahun.

Contoh :
Soemardi, T.P., Budiarso, D.A. Sumarsono, M. Fauzan, H. Djatmiko & R. Huwae. 1997. Light and low cost crossflow microhydro water turbine using composite materials. Makara *2B: 42–50. [Keterangan: (*) 2 = nomor seri; B = seri majalah.]


Varga, R.S. 1970. Accurate numerical methods for nonlinear boundary value problems. Dalam: Ortega, J.M. & W.C. Rheinholdt (eds.). 1970. Studies in numerical analysis 2Numerical solutions of nonlinear problems. Symposium in Numerical Solution of Nonlinear Problems, Philadelphia, October 21–23, 1968. SIAM, Philadelphia: 99–113.


c. Sistem Vancouver

Berbeda dengan dua system sebelumnya, dalam system ini, penulisan tahun publikasi hanya ditulis satu kali, yaitu setelah penulisan nama penerbit.

Contoh :
Soemardi, TP, Budiarso, Sumarsono DA, Fauzan M, Djatmiko H & Huwae R. Light and low cost crossflow microhydro water turbine using composite materials. Makara*2B,1997: 42–50. [Keterangan: (*) 2 = nomor seri; B = seri majalah.]


Varga RS. Accurate numerical methods for nonlinear boundary value problems. Dalam: Ortega JM &  Rheinholdt WC, eds. Studies in numerical analysis 2numerical solutions of nonlinear problems. Symposium in Numerical Solution of Nonlinear Problems, Philadelphia, October 21–23, 1968. Philadelphia: SIAM, 1970: 99–113.


d. Sistem Abjad

Nomor urut mengawali tiap daftar pustaka yang disusun berdasarkan abjad sistem Harvard, Harvard Modified, atau Vancouver. Contoh yang diberikan adalah sistem abjad dengan penulisan berdasarkan sistem Harvard Modified.

Contoh :
Kaufman-Bühler, W., A. Peters & K. Peters. 1981. Mathematicians love books. Dalam: Steen, L.A. (ed.). 1981. Mathematics tomorrow. Springer-Verlag, New York: 121–126.


Nybakken, J.W. 1988. Biologi lautSuatu pendekatan ekologis. Terj. dari Marine biologyAn ecological approach, oleh Eidman, M., Koesoebiono, D.G. Bengen, M. Hutomo & S.Sukardjo. PT Gramedia, Jakarta: xv + 459 hlm.


e. Sistem Nomor Urut

berbeda dengan sistem abjad, dalam sistem ini penulisan disusun berdasarkan nomor urut pengacuan buku dalam skripsi, bukan abjad nama penulis. Contoh yang diberikan adalah sistem nomor urut dengan penulisan berdasarkan sistem Harvard Modified.

Contoh :
Soemardi T.P., Budiarso, Sumarsono D.A., Fauzan M., Djatmiko H. & Huwae R. 1997. Light and low cost crossflow microhydro water turbine using composite materials. Makara *2B: 42–50. [Keterangan: (*) 2 = nomor seri; B = seri majalah.]


Kaufman-Bühler W., Peters A. & Peters K. 1981. Mathematicians love books. Dalam: Steen,   L.A. (ed.). 1981. Mathematics tomorrow. Springer-Verlag, New York: 121–126.


2. Kalian temukan dan deskripsikan ketentuan penulisan artikel ilmiah dalam publikasi jurnal ilmiah.

Jawab :
Susunan struktur Penulisan Ilmiah adalah sebagai berikut :

            1.  Bagian Awal

            2.  Bagian Pokok :

            a. Bab Pendahuluan

            b. Bab Landasan Teori

            c. Bab Pembahasan

            d. Bab Penutup

            3. Bagian akhir

           

A. Bagian Awal

        Bagian Awal, terdiri atas :

     -    Halaman Judul
  Ditulis sesuai dengan cover depan standar Penulisan Ilmiah Universitas Gunadarma.

      -    Lembar Pengesahan

 Dituliskan Judul PI, Nama, NPM, Tanggal Sidang, Tanggal Lulus, dan tanda tangan pembimbing, koordinator PI, serta Ketua Jurusan.

-    Abstraksi

                               Berisi ringkasan dari penulisan. Maksimal 1 halaman.

      -    Kata Pengantar

 Berisi ucapan terima kasih kepada pihak-pihak yang ikut berperan dalam pelaksanaan penelitian dan penulisan ilmiah (a.l. Rektor, Dekan, Ketua Jurusan Pembimbing, Perusahaan).

      -    Daftar Isi

      -    Daftar Tabel                                         ü
      -    Daftar Gambar                          ý  Kalau ada   

      -    Daftar Lampiran                                   þ

B. Bagian Pokok
Bab I. Pendahuluan
                   1.1.  Latar Belakang
         Bagian ini berisikan uraian/penjelasan yang berkaitan dengan fenomena-fenomena atau alasan-alasan yang mendasari mahasiswa/peneliti memilih atau tertarik untuk meneliti tema yang ditulis.
                   1.2.  Rumusan dan Batasan Masalah
                Atas dasar latar belakang masalah yang telah dijelaskan sebelumnya, pada bagian ini mahasiswa/peneliti mulai mengidentifikasi, membatasi dan selanjutnya merumuskan masalah yang hendak diteliti. Setelah rumusan masalah ada, mahasiswa/peneliti dapat menterjemahkan rumusan masalah tersebut dalam bentuk kalimat pertanyaan penelitian.
                   1.3.  Tujuan Penelitian
                Bagian berisi tujuan penelitian yang hendak dicapai, dan hal ini seharusnya mengacu kepada rumusan dan pertanyaan penelitian yang telah dibuat sebelumnya.
                   1.4.  Manfaat penelitian
Sedikit berbeda dengan tujuan penelitian, sub bab manfaat penelitian berisikan manfaat penelitian yang dapat diperoleh dari penelitian yang akan dilakukan mahasiswa/peneliti tersebut.
                   1.5.  Metode Penelitian
Bagian berisikan tentang bagaimana secara ilmiah, penelitian akan dilakukan. Poin-poin penting dalam bagian ini adalah :
                                       1.5.1. Objek penelitian
                                       1.5.2. Data / Variabel
                                       1.5.3. Metode pengumpulan data / variabel
                                       1.5.4. Hipotesis
                                       1.5.5. Alat analisis yang digunakan,
                   1.6.  Agenda Penelitian
Bagian ini hanya ada selama mahasiswa/peneliti masih dalam tahap pengajuan UP (usulan  penelitian), dan dihilangkan dalam penulisan format PI selanjutnya.

Bab II. Landasan Teori
            2.1. Kerangka Teori
Bagian ini berisikan berbagai pengertian dan pemahaman mengenai teori yang benar-benar relevan dengan topik dan variabel.
            2.2. Kajian Penelitian Sejenis
Bagian ini berisikan kajian mahasiswa/peneliti terhadap hasil-hasil penelitian sejenis atau penelitian yang memiliki kesamaan topik atau variabel dengan topik atau variabel yang sedang dan akan diteliti oleh mahasiswa/peneliti.
            2.3. Alat Analisis
Bagian berisi penjelasan rinci (rumus, formulasi, langkah-langkah perhitungan, dsb.) mengenai berbagai alat analisis deskriptif dan kuantitatif yang akan digunakan dalam analisis masalah/pembahasan.

Bab III : Metode Penelitian ( Lihat Sub-Bab 1.5. Dalam Bab I )
                    3.1.    Objek Penelitian
                    3.2.    Data / Variabel Yang Digunakan
                    3.3.    Metode Pengumpulan Data
                    3.4.    Hipotesis
                    3.5.    Alat Analisis Yang Digunakan

Bab IV. Pembahasan
            4.1. Data dan Profile Objek Penelitian
Bagian berisikan data dan profile singkat objek penelitian.
            4.2. Hasil Penelitian dan Analisis/Pembahasan
Dalam bagian ini, mahasiswa/peneliti mulai menyajikan data dan hasil penelitian dan mulai menganalisis secara deskriptif ( dengan tabel, grafik, flow, dan sejenisnya) serta mengkombinasikannya dengan analisis kuantitatif yang telah disebutkan dibagian sub-bab 1.5.5.
            4.3. Rangkuman Hasil Penelitian
            Berbeda dengan kesimpulan, bagian ini berisi rangkuman hasil penelitian, yang umumnya dapat disajikan dalam tabel ringkasan hasil.

Bab V. Penutup
            5.1. Kesimpulan
      Bagian ini berisikan kesimpulan dari hasil penelitian mahasiswa/peneliti, yang pada prinsipnya merupakan jawaban dari pertanyaan penelitian yang ada.
            5.2. Saran
       Isi yang ada pada bagian ini harus diprioritaskan pada saran terhadap butir-butir kesimpulan yang ada.
            5.3. Keterbatasan Penelitian (optional)
            Untuk beberapa kasus materi penelitian dan mungkin juga mahasiswa, bagian ini dapat digunakan untuk menyampaikan berbagai keterbatasan yang ada dalam penelitian.
C. Bagian Akhir
            - Daftar Pustaka
        Berisi daftar referensi (buku, jurnal, majalah, dll), yang digunakan dalam penulisan.
            - Daftar Simbol
       Berisi deretan simbol-simbol yang digunakan dalam penulisan, lengkap dengan keterangannya.
            - Lampiran
       Penjelasan tambahan, dapat berupa uraian, program, gambar, perhitungan perhitungan, grafik, atau tabel, yang merupakan penjelasan rinci dari apa yang disajikan di bagian-bagian terkait sebelumnya.

3. Jelaskan, jika sumber informasi berupa buku atau majalah, data apa saja yang harus dicantumkan sesuai dengan cara yang berlaku?
Jawab :
Dari buku :
        Nama penulis, tahun terbit buku, nama judul buku (ditulis italic atau miring), jika tersedia volume buku tulis volume buku, edisi buku, nama penerbit.
Dari buku terjemahan :
      Nama penulis asli, tahun terbit buku terjemahan, nama judul buku terjemahan (ditulis italic atau miring), volume buku, edisi buku, nama penerjemah buku, nama penerbit buku terjemahan, kota penerbit buku terjemahan.
Dari majalah :
Versi cetakan
       Nama penulis, tahun terbit,judul artikel yang diterbitkan, nama majalah yang menerbitkan karya ilmiah (ditulis italic atau miring),nomor,volume, serta halaman.
Versi online :
     Nama penulis, tahun terbit, judul tulisan artikel, nama majalah (ditulis italic atau miring), nomor, volume, halaman, alamat website.

Kamis, 24 Oktober 2013

TUGAS SOFTSKILL BAHASA INDONESIA 2 (2) : TUGAS KELOMPOk

Anggota Kelompok :
Fidiya Fitriatun  (22211854)
Intan Vantimi     (23211638)
Putri Sari Sigiro (25211670)

1. Mengapa fungsi komunikasi bahasa di sebut fungsi dasar? Mengapa pula di sebut fungsi utama?

Jawaban : 
Bahasa memiliki fungsi-fungsi tertentu yang digunakan berdasarkan kebutuhan seseorang, yakni sebagai alat untuk berkomunikasi, sebagai alat untuk mengekspresikan diri, sebagai alat untuk mengadakan integrasi dan beradaptasi sosial dalam lingkungan. Bahasa Indonesia adalah alat pemersatu bangsa Indonesia. Oleh karena itu, keberadaan bahasa Indonesia sangatlah penting bagi masyarakat Indonesia itu sendiri.
Sebagai alat komunikasi, bahasa memiliki peranan yang sangat vital dalam kehidupan manusia. Dalam kehidupan sehari-hari kegunaan bahasa sangat penting dalam menunjang aktivitas kehidupan bermasyarakat. Untuk berinteraksi kita membutuhkan bahasa agar orang yang kita ajak berinteraksi bisa mengerti apa yang kita maksud.

2.   Apa fungsi alami dan fungsi buatan bahasa?

Jawaban :
Fungsi umum bahasa adalah :
- Bahasa sebagai alat komunikasi.
Melalui Bahasa, manusia dapat berhubungan dan berinteraksi dengan alam sekitarnya, terutama sesama manusia sebagai makhluk sosial.
- Bahasa sebagai alat untuk menyatakan ekspresi diri.
Sebagai alat ekspresi diri, bahasa merupakan sarana untuk mengungkapkan segala sesuatu yang ada dalam diri seseorang, baik berbentuk perasaan, pikiran, gagasan, dan keinginan yang dimilikinya.
- Bahasa sebagai kontrol sosial.

Fungsi buatan bahasa adalah :
- Bahasa sebagai sarana berfikir logis
Kemampuan berfikir logis memungkinkan seseorang dapat berfikir logis induktif, deduktif, sebab – akibat, atau kronologis sehingga dapat menyusun konsep atau pemikiran secara jelas, utuh dan konseptual. Melalui proses berfikir logis, seseorang dapat menentukan tindakan tepat yang harus dilakukan. Proses berfikir logis merupakn hal yang abstrak.- - Bahasa membangun kecerdasan
Kecerdasan berbahasa terkait dengan kemampuan menggunakan sistem dan fungsi bahasa dalam mengolah kata, kalimat, paragraf, wacana argumentasi, narasi, persuasi, deskripsi, analisis atau pemaparan, dan kemampuan mengunakan ragam bahasa secara tepat sehingga menghasilkan kreativitas yang baru dalam berbagai bentuk dan fungsi kebahasaan.
- Bahasa mengembangkan kecerdasan ganda.
Selain kecerdasan berbahasa, seseorang dimungkinkan memiliki beberapa kecerdasan sekaligus. Kecerdasan – kecerdasan tersebut dapat berkembang secara bersamaan. Selain memiliki kecerdasan berbahasa, orang yang tekun dan mendalami bidang studinya secara serius dimungkinkan memiliki kecerdasan yang produktif. Misalnya, seorang ahli program yang mendalami bahasa, ia dapat membuat kamus elektronik, atau membuat mesin penerjemah yang lebih akurat dibandingkan yang sudah ada.
- Bahasa membangun karakter
Kecerdasan berbahasa memungkinkan seseorang dapat mengembangkan karakternya lebih baik. Dengan kecerdasan bahasanya, seseorang dapat mengidentifikasi kemampuan diri dan potensi diri. Dalam bentuk sederhana misalnya : rasa lapar, rasa cinta. Pada tingkat yang lebih kompleks , misalnya : membuat proposal, membuat tulisan

3. Apa yang di maksud dengan metakomunikasi?

Jawaban :
Metakomunikasi adalah jenis komunikasi non verbal dapat di lihat dari gerak tubuh, kedipan mata, sentuhan dan lain lain. Dan tidak termasuk alat komunikasi tidak biasa. contoh nya seperti tersenyum saat memberi komentar sinis.

http://bellifebriani.blogspot.com/2013/10/tugas-softskill-bahasa-indonesia-2-2.html?m=1

http://wahyuni-wulandari.blogspot.com/2013/10/tugas-bahasa-indonesia-mentahnya.html?m=1